Showing posts with label Life. Show all posts
Showing posts with label Life. Show all posts

Tuesday, December 31, 2013

Antara 'dikader' dan 'mengkader'

Ini tentang HRD. HRD (Human Resource Development), Pengembangan Sumber Daya Manusia (PSDM), atau Kaderisasi , apapun namanya, merupakan ‘jantung’ di suatu organisasi. Bisa dibayangkan manusia tidak bisa hidup jika jantung tidak berfungsi, begitupun di organisasi. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, kaderisasi adalah pengaderan, dan arti dari kader adalah orang yang diharapkan akan memegang peran yang penting dalam sebuah organisasi. Jadi, bisa dikatakan kaderisasi adalah proses dalam membentuk kader-kader baru dalam sebuah organisasi tersebut.

Itu hanya sekedar pendahuluan, saya tidak akan menjelaskan hakikat, peran penting, segala macam teori tentang kaderisasi. Karena memang saya gak ngerti haha *skip.

Saya hanya sekedar ingin berbagi cerita saat saya berada dalam suatu organisasi, dan saya masuk departemen.. H R D. Kalau kata Justin Bieber di lagunya Believe “I don't know how I got here ,I knew it wouldn't be easy..”. Serius, waktu oprek itu cuma ikut-ikutan dan saya ga ngerti apa itu HRD. Dan, amanah itu datang ke saya, sebagai Staff Departemen HRD. Waktu terus berjalan dan hari demi hari pun saya lewati menjalankan amanah ini sepenuh hati (maaf ya agak lebay). Saya mulai belajar apa dan bagaimana itu HRD. Satu tahun pun berlalu...

Di tahun kedua di organisasi yang sama, amanah datang kembali ke saya.. sebagai Sekretaris Departemen HRD *nangis. Serius, saya ragu kata pepatah “Amanah tidak pernah salah memilih tuannya”. Saya merasa tidak pantas, takut, campur aduk pokoknya. Tapi, saya tetap berusaha menjalaninya dan merasa ‘baik-baik saja’.

Selama dua tahun berkecimpung dalam HRD (maaf sok2an), ada banyak pelajaran berharga yang saya dapat. Bahwa saya berada dalam dua kondisi, ‘dikader’ sekaligus ‘mengkader’. Dikader karena sejatinya proses kaderisasi itu tidak hanya berhenti saat saya sudah memegang peran dalam organisasi. Saya belajar dari kader-kader yang lain, terus memperbaiki diri menjadi ‘kader’ yang benar-benar diharapkan dalam organisasi. Mengkader karena saya juga belajar memberi contoh yang baik. Bukankah sebelum menyuruh orang untuk menjadi baik, kita harus memberi contoh baik terlebih dahulu? Memang ini yang sulit.

Sebelum saya mengakhiri cerita ini (cuma sedikit ya ceritanya haha), ijinkan saya untuk mengucapkan TERIMAKASIH atas kesempatan dan kepercayaan dalam memegang amanah ini. Alhamdulillah, Allah memberi saya sebuah keluarga baru yang hebat ini. Tentang pengorbanan, kerjasama, kekeluargaan. Karena pelajaran hidup ini tidak bisa didapatkan hanya dari bangku kuliah. Sekaligus saya juga mohon maaf untuk semua khilaf. :’)

Di tahun ketiga ini, amanah lagi-lagi datang kembali ke saya. Masih di organisasi yang sama, departemen yang sama. Semoga, di akhir kepengurusan nanti, saya tidak lagi meragukan pepatah ini 
“Amanah tidak pernah salah memilih tuannya”.
 Bismillahirrahmanirrahim.


cc: FST Undip

Monday, December 31, 2012

Catatan Akhir Tahun


Bukan sesuatu yang istimewa, bukan pula sesuatu yang ‘harus’ dirayakan, hanya sekedar memori untuk introspeksi dan evaluasi diri –Tahun Baru Masehi,kalender Matahari.

2012. Tahun pendewasaan diri. Merasakan menjadi mahasiswa yang sebenarnya. Melihat, merasakan, belajar nilai-nilai kehidupan yang sesungguhnya. Berbaur, bekerja sama, menjadi bagian dari mereka. Tak hanya tawa dan canda, tetapi juga tangis, lelah bahkan putus asa pun pernah hinggap di sela-sela perjalanan meraih mimpi. Tak apa, memang selalu begitu bukan? Bumi terus berputar, hidup terus berjalan, waktu terus bergulir. Masih banyak ilmu yang belum dipelajari dan mimpi-mimpi yang belum terkejar. Masih dengan mereka, masih dengan semangat yang sama, 2013 harus lebih baik dari hari ini.

Terima kasih atas kesempatan untuk bertemu dan belajar dengan orang-orang hebat disampingku. Lantas apa yang akan kulakukan? Hanya berdiam diri, mengagumi, tanpa tindakan pasti? Tidak. Beri aku kesempatan lain yang lebih baik lagi. :)

"You try and you fail, you try again and you fail again, but the only failure is when you stop trying"

Monday, August 27, 2012

Lifecycle

Watching this makes my spirit come back
 
 


Wednesday, August 15, 2012

Rahasia Hidup Bahagia

Semua orang ingin hidup bahagia. Apakah kebahagiaan hanya milik orang-orang kaya, berwajah tampan dan cantik, mereka yang bisa memiliki apapun yang diimpikan? Tidak. Semua orang berhak memilikinya. Hidup dalam kekurangan dan saat keadaan sulit pun kita tetap bisa bahagia. Bagaimana caranya?

 
1.       1. Ingat Allah
Dunia ini hanya sementara. Kelak kita akan meninggalkannya untuk menuju kehidupan kekal di akhirat. Ingat siapa hakikat diri kita, apa tujuan hidup kita? Sebagai hamba-Nya tak lain tak bukan tujuan kita adalah beribadah dan berserah diri kepada-Nya. Manusia hanya merencanakan, Allah-lah yang menentukan. Jalani hidup ini dengan selalu mengingat-Nya, lakukan yang terbaik. Jika hasilnya tak sesuai yang kita inginkan, mungkin itulah yang terbaik untuk kita. Jangan putus asa, karena sesungguhnya bersama kesulitan itu ada kemudahan.


 
1.       2. Bersyukur
Ingatlah, Allah Maha Pemberi Rezeki. Bersyukurlah, maka Allah akan menambah nikmat-Nya kepadamu. Jangan selalu melihat ke atas, lihatlah ke bawah. Banyak saudara kita yang hidup dalam kesusahan. Syukuri dan berbahagialah dengan apa yang kamu miliki.


 
1.      3. Berpikir positif
You are what you think. Berpikirlah hal-hal yang baik. Dengan berpikir positif, pikiran menjadi jernih, hidup menjadi tenang, dan badan menjadi sehat. Yakinlah bahwa setiap permasalahan pasti ada jalan keluarnya. 



 
1.       4. Senyum
Satu senyuman akan membuatmu lebih bersemangat dan tidak ada obat bahagia yang paling mujarab selain tertawa. Senyumlah dan tularkan kebahagiaan kepada orang disekitarmu.

1.       5. Lakukan yang kamu suka
Do what you love and love what you do, this is your life... Melakukan sesuatu pekerjaan yang kita sukai akan membuat hidup ini serasa lebih hidup dan nikmat asal jangan merugikan orang lain.

1.       6. Ikhlas
Orang yang ikhlas tak akan ada risau pada kejadian apapun, senantiasa ridho pada ketentuan Allah. Hati akan menjadi tenang karena terhindar dari pengharapan akan pujian dan imbalan.


 
           7. Cinta
Kekuatan cinta memang sangat dahsyat dalam hidup manusia. Cinta bisa menjadi alasan utama manusia untuk tetap hidup. Tebarkan kasih sayangmu ke semua orang kamu cintai. Bina hubungan dengan orang-orang terdekat yang dapat membuatmu bahagia. Cintai keluarga dan teman-teman terdekatmu. Tapi yang paling penting dan satu-satunya yang paling agung adalah cinta kepada-Nya.

Semoga kita selalu hidup dalam kebahagiaan dan dekapan cinta kasih-Nya :)